- Tiga Sejarah Penting Internasionalisasi Muhammadiyah Bidang Pendidikan Tahun 2021
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez
- Seremoni Pagi, SD Muri Umumkan Filantropis Cilik Terbaik
- Meski Akui Sudah Sulit Menang, Rossi Belum Mau Menyerah
- Peta Wisata Bandung, Mulai dari Lembang - Ciwidey
- Alasan Taman Bunga Ditutup Bikin Geleng Kepala
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia
- Mandi Wajib Menurut Islam Laki-Laki dan Perempuan
- Gaung Suara RI dalam Konf. Islam Internasional
- Crutchlow Finis di Posisi 19 MotoGP Amerika
Muhammadiyah Dirikan Sekolah Bagi Pengungsi Palestina di Beirut
MUHAMMADIYAH.OR.ID, LEBANON — Sarana membangun perdamaian di antara bisa ditempuh melalui jalur pendidikan, memahami pendidikan sebagai kunci perdamaian, Muhammadiyah di beberapa Negara konflik kerap memberikan bantuan dalam bentuk atau berkaitan dengan pendidikan.
Misalnya kepada Palestina, selain memberikan donasi dan sumbangan lain, Muhammadiyah juga memberikan program beasiswa kepada pelajar Palestina untuk belajar di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Bahkan di Lebanon, Muhammadiyah melalui Lazismu saat ini sedang membangun Madrasah Muhammadiyah di Kamp Pengungsian Palestina di Shatila, Beirut.
“Di Shatila Muhammadiyah memiliki Madrasah Muhammadiyah I. Kenapa di sebut sebagai Madrasah Muhammadiyah I, karena Muhammadiyah sedang membeli sebuah gedung di Shatila juga, untuk nanti didirikan Madrasah Muhammadiyah kedua,” kata Hajriyanto Y. Thohari, Dubes RI untuk Lebanon kepada reporter muhammadiyah.or.id pada (7/1).
Baca Lainnya :
- Kondisi Pengungsi Asing di Indonesia Memprihatinkan, Muhammadiyah Minta Pemerintah dan UNHCR Lebih P0
- Manfaatkan Medsos sebagai Alat Diplomasi, Tokoh Muhammadiyah Ini Raih Penghargaan Kemenlu RI0
- Inggris Bela Serangan Roket Hamas ke israel0
- Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa dan Dunia0
- PP Muhammadiyah Dukung Sikap Kemenlu RI Tolak Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel0
Gedung tujuh lantai yang akan digunakan sebagai sekolah tersebut akan diberi nama Muhammadiyah Center for Education, Culture and Humanity. Hajri menambahkan, bahwa Madrasah Muhammadiyah II di Shatila ini akan diresmikan pada awal tahun 2022.
Perlu diketahui, pendidikan sebagai sarana perdamaian yang percayai oleh LazisMu merupakan upaya memperbaiki tata nilai sumber daya manusia. Maka melalui tasaruf zakat dengan skema beasiswa diharapkan bisa membantu tersebarnya nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam tengahan, nilai Islam nusantara, dan nilai-nilai Islam berkemajuan.







